BUMI MINANG

 

GERAKAN DAERAH MINANGKABAU

Membicarakan tentang masalah gerakan daerah, pemikiran kita pasti akan tertuju langsug pada sebuah revitalisasi sebuah daerah untuk mengembangkan dan mempertunjukan potensi daerahnya tersebut. Yang akan mengembalikan masa-masa  praintervensi dan akulturasi gerakan-gerakan daerah serempat.

            Kushusnya ranah minang, gerakan daerah sekarang dicoba digalakan kemabali oleh pemeritntah setempat mengingat ranah minang adalah sebuah konsespsi gerakan daerah yang dulunya dangat kokoh dalam birokrasinya. Ideology daerah yang menunjung adat dan agama, sehingga terciptalah, pokok-pokok inti kebudayaannya yang menghasilkan seperti system kekrabatan matriakat yang sinkron antara adat dan agama islam, warisan budaya (cultures heritage), organisasi nagari yang telah mempunyai wet (undang-undang) dan rechts (hukum).

Bagi putra-putri daerah membayangkan masa lampau, terpikir kebaikan-kebaikan sistem tradisional yang dulu diterapkan. Serentak dengan itu, timbul pemikiran untuk kembali pada nilai-nilai dan aturan masa lalu, yang belum diintervensi oelh kekuatan kolonialismaupun intervensi pemeritntah pusat.

Darah minangkabau moderen mencoba, menerapkan ide-ide tersebut karena dinalai cocok dengan karakteristik kehidupan yang diinginkan. Yaitu ingin misalnya menghidupkan kembali masa-masa keemasan pendidikan yang dimana orang minang sebagai kaum intelektual dan kaum mantri (ulama), seperti tokoh-tokoh agama Hamka, Agus Salim dsb. Yang kedua menginginkan gerakan daerah yang murni minagkabau seperti ide-ide nagari, hukum adat dsb. Yang ketiga ingin menggalakan citra islam yang lebih khusuk dilakukan dari pada sekarang, yang telah atau terancam sekularis.

Tentunya gerakan daerah ini tidak tentunya bisa berjalan mulus karena terbentur masalah-masalah orang-orang di jakarta walaupun di negara ini telah ditetapkan sebgai undang-undang otonomi daerah. Kalau berspekulasi begini antara kebaikan daerah dengan pengaruh luar, tentunya gerakan yang dicanagkan tadi harus atau terpaksa di filterisasikan dengan nilai-nilai sekarang, Karena yang kita tahu hanya gerakan daerah murni tidak akan atau masih usang dan untuk di terapkan sekarang. Seperti upacara-upacara sacral atau mistis yang sering dilakukan.

Pengembangan gerakan harus dimiliki oleh keinginan masyarakat yang memang pure untuk kembali ke masa kejayaan ide-ide tradisional, Karena masyarakatlah yang nantinya akan menjalankannya demi mengembangkan dan me rebuild ide-ide tradisioanal yang tidak hanya perlu usaha-usaha yang tentunya akan banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai moderen dan nilai-nilai barat, yang akan merusak ide-ide tradisional tesebut, sehingga pengembangan karakter gerakan bisa berjalan dengan baik dan memperlihatkan hasil yang benar-benar memuaskan. Perlunya peran masyarakat disini sangat vital  sekali yang harus dipikirkan secara masa-masak.

Sekarang keadaan untuk kembali masa-masa itu, seyongyannya harus menghadapi tantangan seperti rersiko apabila diterapkan yang berhubungan dengan agenda  pemerintah pusat. Karena patut dipertanyakan mana yang berhasil, apakah gerakan daerah yang meninggalkan indeks kemajuan pusat, atau kegagalan daerah, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula atau harafiahnya sudah berbeda tertinggal kemajuan pula.

Tapi keinginan kembali ke masa itu, bagi masyarakat masih ngambang perseteruan gerakan daerah yang dicanangkan masih belum cukup jadi opini antara gerakan daerah atau gerakan pusat masih angan-angan yang konsenkuenssinya masih di pertanyakan. Cenderung masyarakat sumatera barat masih sulit menerima hal-hal yang baru apalagi ide-ide tradisional yang nilai-nilainya sudah lama diterapkan khusunya, oleh orang-orang kota yang telah dipengaruhi nilai-nilai dunia global sehingga keinginan atau kesadaran saja tidak cukup tapi harus ada work present sehingga apa yang telah dilakukan tidak berhenti ditengah-tengah dan akhirnya menimbulkan konflik baru.

 

HANAFIAH SUTAN GEKAR MAHARAJA, PROF. MOH. ALI (PADANG PANJANG, 11 JULI 1900)

Ahli kandungan dan guru besar; berkecimpung dilapangan kedokeran, jawatan kesehatan dan PMI. Akhir sesember 1949 mengambil alih dienst volksgezondheid fari belanfa; mula-mula sebagai kepala perekalandan obat-obatan kemudian kepala jawatan rumah sakit dan ilmu pengetahuan. Ditugaskan menhadiri sidang WHO dan 4 bulan mempelajari system memeilihara kesethatan masyarakat di naderland; 1957, pendiun sebagai kepala direktorat farmasi kementrian kesehata; ikut dalam berbagai ddewan da panitiadambil membri kuliah di FKUI; 1951-1952 ketua IDI Jakarta. Pengharagan: 1933, bintang perka besardari pemerintah hindia bealnda kerena pekerjaan yang tepuji waktu dans sesudah gemapa bumi di Sumatra selatan; 1970, piagam penghargaand dari muktamar IDI si semarang; tanda jasa dari PMI;1972, bintang jasa kelas III dari pemerintah republik Indonesia..

 

HATTA, Dr. HAJI MOHAMMAD (BUKITTINGGI, 12 GUSTUS 1902-JAKARTA, 14 MARET 1980)

    Negarawan, proklamator Indonesia, wakil presiden republik Indonesia pertama. Nama sewaktu lahi mohammad chattar yang kemudian dipanggil dengan nama saying khatta; lama-kelamaan menjadi hatta. Orang tuanya pedagan sekaligus ulaam di daerahnya. Pndidikan; ELS (1919); sekolah menegah dagang Jakarta (1921). Ke rottrdam belajara di Nederland handelshogenschool, tamat dengan gelar Drs. Dalam ilmu dagang (1932). Sejak di MULO padang ia sudah laam berkecimpung dalam berbagai organisaasi pergerakan: pengurus (bendahara) jong sumatranen bond; 1920-1921 bendahara pengurus besar JSB di Jakarta; 1922 ke negeri belanda; 1922-1925 bendahara perhimpunana Indonesia, duduk dalam redaksi makajalah perhimpunana tersebut (Indonesia merdeka); 1925-1930 terpilih menjadi ketua PI;1927-1931 anggota pucuk pimpinan liga melawan I mperilialisme dan penjajahan, berkedudukan di berlin senagai wakil Indonesia; agustus 1936 turut kongres democratique internasioanl Indonesia IV di beirville (paris) mengunjigi liga di brusel sebagai utusan perhimpunan-perhimpunannasional Indonesia; sekembali dari negeri belanda ditangkap dan dipenjara di den haag (23 sptember 1927-22 maret 1928) bersama nasir pamoentjak, ali sastro amidjojo dan abdoel malik djodjodiningrat (semua sudah almarhum). 1932 kembali ke tanah air. 1933-1934 menjadi ketua pendidikan nasional Indonesia, sekaligus mengurus majalah perhimpuan tersebut (daulat rakyat); 1934-1935 dipenjarakan pemrintah belanda; 1935-1936 dibaung ke boven digoul, irian jaya; 1935-1942 dipindah ke banda neira; februari; feb 1942 dipindahakan ke suka bumi. 9 maret 1942 dibebaskan; apeil 1942 kepala kantor penasehat pada pemerintahan belantara dai Nippon; anggota panitia adat dan tata negara dahulu; pucuk pimpinana putera bersama ir. Soekarno, ki hajar dwantara dan k.h mansyur yang kemudian dikenal sebagai empat sernagkai; sebagai firektur umum, anggota panitia bahasa Indonesia. Oleh jepang akan diajak berwisata kemudian dibunuh, untuk selanjutnya diberitakan bahawa hatta tewas karena kecalakaan. Jepang juga hendak menginternirnya di negeri jepang, tetapi berhasl dihindarinya. 17 agustus 1945  bersama soekarno atas nama seluruh rakyat Indonesia memproklamasikan kemerdelaan Indonesia. Mngundurkan diri sebagai wakil presiden Karena tidaka ada lahi kata kesepaatan dengan soekarno yang menggandeng komunis sebagai ideology negara, pada desember 1956. mendapat gelar causa atas jasa-jasanya kepada tanah air dari universitas gadjah mada yogyakarta 1973, gelar Dr. Hc dari universitas indonesia; 1975. Hatta beristirahat dengan duka cita dalam dari rakyat Indonesia  pada 1980.

             

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: