Ingin Menjadi Pensyukur Selamanya!

Image

Allah tidak diam, Ia menolong hambanya yang berdoa dan berusaha. Sukur alhamdulillah, alhamdulillah tiada hentinya. Kata alhamdulillah benar-benar magic word yang bikin gue bisa survive sampai hari ini. Konsep bersukur inilah yang gue pakai saat semua masalah mendera, datang bertubi-tubi. Kata Erbe Sentanu pakar hypnoteraphy bersukur adalah kunci sukses meraih kebahagiaan, bukan sekedar teori aja tapi hard fact! Dengan bersukur elo menarik atom-atom kebahagiaan dari alam semesta, Islam pun mengajarkan untuk terus bersukur dan mengucap hamdallah.

 

Masalah pembuatan C.V udah kelar tanpa biaya sepeserpun. Masalah mesin produksi puluhan juta kelar. Masalah supply chain pun mulai menunjukkan solusinya. Alhamdulillah, gak kebayang kalo tanpa kata alhamdulillah tiap ari, dan sebaliknya gue terus mengeluh, pastinya Allah swt gak bakal tolong gue. Bagi gue bersukur adalah kunci nikmat. Bersukur adalah kunci bikin batin yang ikhlas. Semakin banyak bersukur, elo bakal semakin dimudahkan jalannya oleh Allah swt.

 

Kemarin mentor usaha gue ujug-ujug datang ke kantor bilangin dia bisa bantuin kendala C.V gak perlu bayar barang sepeser. Otomatis gue girang banget, bikin C.V gak mahal amat sih, tapi sebagai pengusaha start up, hemat 2-4 juta kan surplus donk. Girangnya bukan surplus, tapi good news itu yang bikin senang. Masalah mesin produksi juga begitu, dibantuin ama mentor buat pembiayaan yang sifatnya dicicil. Ma sha Allah, gimana gak lega, gimana gak bersukur. Trus aliran informasi buat supply chain bahan baku yang kemarin di PHP-in, eh balik lagi, yang ternyata kendala teknis  yang bikin kita di PHPin. Ditambah lagi manajemen juga mulai menemukan chemistry dan ritme kerja yang semakin efektif. Semakin banyak gue mengucap hamdalah, semakin banyak lagi kata hamdalah berikutnya yang keluar. Ibarat bola salju, gak akan berkurang, malah bertambah berkali-kali lipat.

 

Ironisnya, hari ini banyak teman pengusaha yang jarang bersukur, sehingga efeknya dia semakin menarik kekurangan-keluhan-negatif point dalam bidang bisnisnya. Hutang semakin numpuk, supply chain ngadat, ditipu partner bisnis, kualitas menurun, dll. Sebagai pengusaha elo gak boleh pinter di IQ dan EQ finansial saja, tapi juga kudu jago spiritual quotient (SQ). Jangan hanya mengandalkan ilmu MBA, EQ 150> tapi jarang ibadah, suka maksiat, sedekah cuma 2ribu (itu juga tiap jumat :p ), gak pernah dhuha apalagi qiyamul lail. Buat apa omzet miliaran, hati galau gundah gulana. Buat apa hidup enak, tapi gak tentram hehehe *jadi kek ustadz :p *

 

Gue masih ingat kata-katanya Joe Vitale dalam “the secret” bahwa bersukur adalah kunci selanjutnya dalam memaksimalkan afirmasi. Sampai hari ini pun, 3 tahun semenjak gue pakai LoA, tiap bangun pagi gue selalu makai afirmasinya Joe Vitale yang: “Hidup itu mudah, hidup itu sangat baik, semua hal yang baik datang pada saya.” Plus ada beberapa tambahan afirmasi kesehatan dan finansial. Hasilnya: undescribeable :) . To be frankly, hal yang bikin gue galau dalam 3 tahun cuma skripsi doank hahaha, lainnya cuma butiran debu :P . Bukannya sombong, yang lain juga banyak masalah sih, tapi ya gak lamalah dan pasti ada solusinya. Cuma berbagi aja, bahwa dengan bersukur banyak nikmat lainnya yang akan diberikan oleh Allah. Nah kalo elo atheis or agnostis gimana? Ya gak masalah, Warren Buffet aja bahagia tuh, Bill Gates bahagia juga tuh, karena apa? ya bersukur tadi, dengan media banyak bikin charity. :)

 

Sebagai pengusaha SQ adalah pondasi dari EQ dan IQ agar bisnis bisa berjalan dengan baik. Kekuatan bersyukur dan ibadahlah yang bikin gue survive sampai detik ini. Dua tahun yang lalu gue mungkin gak nyangka bisa bikin usaha tanpa modal & ilmu, tapi karena niatnya buat hablumminannas doank, akhirnya Allah bantu gue. Cita-cita gue saat ini pengen banget menjadi seorang pensukur, karena pensukur itu orang paling tentram hatinya di muka bumi ini. Percaya deh, tiap stuck ama usaha, elo bersukur, pasti Allah kasih jalan. Tiap ada masalah finansial, elo bersukur, pasti Allah kasi jalan. Keluarga, kuliah, karir, pasti Allah bakal kasi jalan. In sha Allah. Dare to be pensykur? :)

 

“The essence of all beautiful art, all great art, is gratitude.”

— Friedrich Nietzsche

 

Pisang, 21.03 PM

 

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: