MERUBAH SAMPAH MENJADI BERLIAN, MERUBAH IDE BISNIS MENJADI PELUANG BISNIS

ideas-slogan

Judul diatas bukanlah berarti harafiah merubah sampah menjadi berlian, maksudnya yaitu merubah ide yang biasa saja menjadi ide yang berharga yang nantinya bisa menjadi peluang bisnis.

Hari ini masalah yang dihadapi para pelaku bisnis pemula adalah bagaimana mengolah ide bisnis tersebut sehingga feasible, memiliki nilai jual dan tidak rentan.

Bagi pemula, menurut mereka ide bisnis yang mereka miliki seperti ide bisnis yang sangat prospektif, bisa membuat kaya raya, dijamin untung akibat euforia. Tapi tunggu dulu, faktanya tidak semua ide bisnis itu adalah peluang bisnis. Apa bedanya? Ide bisnis yang jelek akan tetap jadi ide bisnis karena tidak layak untuk di action kan. Akan tetapi Ide bisnis yang baik pasti akan menjadi peluang bisnis, dan nantinya bisa dijual dan orang berbondong-bondong membeli/menggunakannya.

Berikut beberapa kiat-kiat versi saya dalam memfilter ide bisnis tadi menjadi peluang bisnis berdasarkan pengalaman dan insight dari buku & teman/mentor:

Pertama, apakah ini passion anda? Jika anda memiliki passion untuk membangun bisnis dan menciptakan uang, maka anda bisa lewatkan kiat ini. Akan tetapi jika passion anda tidak 100% pada hal diatas maka, kiat pertama ini harus anda preteli lebih dalam. Jika passion anda di dunia fashion, akan tetapi anda menemukan ide bisnis di bidang menjual makanan misalnya, maka hal ini harus di kaji lebih jauh.

Seperti kita tahu passion akan melahirkan sustainability untuk berinovasi. Passion tidak akan menjadi masalah dalam awal pengembangan, akan tetapi pada tahap mempertahankan bisnis ini, bisnis anda akan kalah oleh kompetitor karena tidak adanya invoasi. Inovasi lahir dari proses engaging dan ikatan batin antara pemilik bisnis dan bisnisnya, misalnya saja Steve Jobs ia tidak mungkin menciptakan produk yang inovatif tanpa memiliki passion pada bidang IT, begitu pula Bill Gates dan Zuckerberg.

Passion adalah roh dari setiap menjalanakan bisnis, jadi pastikan passion ini benar-benar menyulut  bisnis anda nantinya bisa berkembang. Hal salah yang banyak terjadi adalah antara pemilik bisnis dan bisnisnya tidak ada chemistry, sehingga pelaku bisnis hanya mengandalkan sistem usaha akan tetapi tidak ada rasa sayang dan cinta di bisnis ini. Akibatnya pada keberlangsungan bisnis ini di masa depan yaitu menjadi kurang berkembang, tidak hidup, dan bisa jadi akan collapse.

Kedua, Level. Maksud level disini apakah bisnis dengan revenue level bertahan hidup, level bercukupan, kaya atau makmur. Ide bisnis yang bertebaran saat ini banyak di level 1 & 2. Karena untuk menggali ide bisnis 3 dan 4 dibutuhkan experience, intuisi dan knowledge yang terasah.

Di acara mingguan Dens Dragon yang disiarkan BBC Channel kenapa 8 dari 10 pelaku start up ide bisnsinya ditolak fundingnya oleh para milioner?  Kebanyakan ide bisnis mereka masih di level 1 & 2. Misal saja, siapa yang akan membeli produk kalkulator portable middle-end user, sticker note, terompet tahun baru, dll. Karena bisnis ini levelnya tidak membuat pelaku bisnis menjadi kaya dan makmur dan bisa membuat anda mengendarai BMW 3 tahun atau 5 tahun kedepan (terlepas dari wall street nya ini). Kebanyakan ide bisnis ini di level 1 dan 2 hanya membawa anda pada bisnis yang tetap bisa eksis, tumpukan hutang usaha, akan tetapi tidak membuat anda dihadiahi mobil sport yang mewah.

Level 3 dan 4 seperti misalnya alat wifi di perahu, cat dinding metalic (2 warna), mobil tenaga surya, dll. Nah, apabila bisnis ini dipatenkan, dan di entrepreneurship-kan maka saya jamin tahun ke 3 anda telah menjadi kaya dan makmur. Menariknya, kesalahan para pelaku usaha adalah terlalu memfokuskan waktu/tenaga dan materi yang tidak setimpal di level 1 & 2, dimana tingkat revenue-nya tidak seperti yang di diharapkan.

stock-photo-business-man-writing-business-idea-concept-105509639

Ketiga, kuasai ilmu bantu. Kiat ketiga ini adalah kiat yang paling teknis, dimana kiat inilah yang membedakan antara orang yang berdagang dan ber-entrepreneurship. Ilmu bantu tadi yaitu salah satunya (karena banyak dan tergantung user) analisa SWOT, marketing mix, UPS, visi differentiation-branding- positioning, analisis kompetitor (jika ada), unique competitive advance (UCA), ananlisis biaya, ROI, dan masih banyak tools lainnya yang terus berkembang seiring perkembangan dan dinamika bisnis.

Jika secara hitung-hitungan ide bisnis anda setelah di preteli dengan tools diatas dan hasilnya prospect, maka lanjutkan untuk action. Atau anda belum punya bisnis dan hasil ide bisnis anda belum sempurna melalui tools diatas, maka tetap lanjutkan action karena anda akan belajar banyak nanti dari proses trial dan error.

Kiat ketiga ini sangat free style tergantung anda menggunakan yang mana (saya juga masih proses belajar), dan  masih banyak indikator lainnya diluar sana yang bisa mengolah apakah ide bisnis anda menjadi peluang bisnis.

Faktnya cepat atau lambat jika anda ingin menjadi pelaku usaha yang profesional maka anda harus menguasai tools ini agar bisa mengeskavasi ide bisnis prematur tadi menjadi peluang bisnis. Alasan saya tidak menjelaskan tools diatas karena jawabannya bisa anda temukan sendiri di Wikipedia maupun di business dictionary.

Penutup

Hal yang paling indah adalah mengetahui ide bisnis anda dikonversikan menjadi peluang bisnis. Peluang bisnis berarti bisnis bisa menjadi besar dan anda menjadi kaya dan makmur. Satu hal yang patut diingat, bahwa mencermati ide bisnis adalah pekerjaan yang menyenangkan, akan tetapi pastikan anda tidak sekedar mencermati tapi juga take action. Semoga berhasil.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: