Kehidupan

Suatu saat kadang kita berpikir bahwa yang kita inginkan dalam hidup ini adalah sebuah hasil yang sempurna, tapi  kita mesti ingat bahwa kesempurnaan itu tidak ada. Kadangkala kita mendapatkan masalah, lalu kita berpikir bahwa itu adalah batu besar yang menghantam hidup kita dan ktia menjadi merasa orang yang tidak beruntung saat itu juga.

Saya menganggap hal besar selalu berujung kepada tingkat kualitas hidup yang lebih baik, andaikata saya tidak merasakan bagaimana rasanya penolakan tersebut mungkin saya tidak akan bisa menulis ini, karena dengan kegagalanlah hidup ini bisa merasakan manisnya kehidupan. Percaya atau tidak masa abad kegelapan di Eropa banyak berkembang sekte-sekte yang menyakiti dirinya sendiri, tujuan spiritual yang diinginkan adalah dengan menjadi sakit kita akan mensyukuri apa yang kita dapat, dengan menjadi sekit kita akan mensyukuri bagaimana kebahahigian itu bisa menjadi nikmat berlipat-lipat.

Dalam hidup saya saat saya belum membuka mata dengan sekitar, yang saya rasakan adalah sebagai orang yang tak dianggap  dalam lingkungan saya. Apakah saya meratap dan menerima takdir itu? Tidak! Saya mencoba menganalisa itu semua, dan satu hal yang saya dapat simpulkan adalah, yang salah bukan lingkungan saya, akan tetapi saya lah yang salah, karena kualitas diri saya sebagai manusia tidak kompeten untuk diberikan sebuah respek. Dulu saya menjadi topeng bagi orang lain, menjadi pribadi yang mengikuti sistem orang lain, dan saya terkukung dalam hal itu, kadang-kadang sistem orang itu bertentangan dengan sifat asli saya, dan itu membuat saya tertekan. Sekarang setelah tahu bagaimana menjadi manusia yang berkualitas saya mencoba untuk menjadi diri saya sendiri, peduli setan orang suka atau tidak suka, karena yang mengetahui hidup saya adalah saya sendiri.  Saya tidak mau hidup berdasarkan preferensi orang lain. Hidup ini terlalu sia-sia apabila kita menjadi orang lain yang tidak sesuai dengan keyakinan kita.

Percayalah  dengan hati nurani apabila anda ingin memilih, karena dalam otak manusia itu ada level tidak sadar yang memberikan pertanda-pertanda penting dalam hidup anda. Hidup itu pilihan, orang bisa mengambil arah yang baik dan arah yang buruk, tapi kalau ada yang baik kenapa ktia harus menyia-nyiakannya dengan mengambil yang buruk.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: