Robohnya Surau Kami

Judul : Robohnya Surau Kami
Pengarang : A.A. Navis
Penerbit : Gramedia
Tahun terbit : 2000
Kota terbit: Jakarta
Jenis buku : Cerpen
Rating: Segala Umur
Ukuran & Jumlah hal : 147 hal.; 21 cm

Robohnya Surau Kami sebuah kumpulan cerpen karya A.A. Navis. Cerpen ini pertama kali terbit pada tahun 1956, dan terbitan yang terbaru adalah tahun 2002. Kumpulan cerpen ini yang mernarik adalah yang menceritakan dialog Tuhan dengan Haji Saleh, seorang warga Negara Indonesia yang selama hidupnya hanya beribadah dan beribadah.
Buku kumpulan cerpen A. A. Navis ini beriskan 10 cerpen: Robohnya Surau Kami, Anak Kebanggaan, Nasihat-nasihat, Topi Helm, Datangnya dan Perginya, Pada Pembotakan Terakhir, Angin dari Gunung, Menanti Kelahiran, Penolong, dan Dari Masa ke Masa.
Di dalam setiap cerpennya di buku ini, A.A. Navis menampilkan wajah Indonesia di zamannya dengan penuh kegetiran. Penuh dengan kata-kata cemoohan dan satir akan kekolotan pemikiran manusia Indonesia saat itu – yang masih relevan di masa sekarang ini.
Cerpen “Robohnya Surau Kami” bercerita tentang kisah miris matinya seorang Kakek penjaga surau di kota kelahiran tokoh utama cerpen itu. Dia – si Kakek, meninggal dengan menggorok lehernya sendiri setelah mendapat cerita dari Ajo Sidi-si Pembual, tentang Haji Soleh yang masuk neraka walaupun pekerjaan sehari-harinya beribadah di Masjid, persis yang dilakukan oleh si Kakek. Haji Soleh dalam cerita Ajo Sidi adalah orang yang rajin beribadah, semua ibadah dari A sampai Z ia laksanakan semua, dengan tekun.Tapi, saat “hari keputusan”, hari ditentukannya manusia masuk surga atau neraka, Haji Soleh malah dimasukkan ke neraka. Haji Soleh memprotes Tuhan, mungkin dia alpa pikirnya. Tapi, mana mungkin Tuhan alpa, maka dijelaskanlah alasan dia masuk neraka, “kamu tinggal di tanah Indonesia yang mahakaya raya,tapi, engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniyaya semua. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang.” Untuk lebih jelasnya mari kita simak dialog tersebut:
Untuk lebih jelasnya marilah kita kutip sebuah sindiran itu:

‘kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain yang mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas, kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting-tulang. Sedang aku menyruh engkau semuanya beramal disamping beribadat. Bagaiamana engkau bisa beramal kalau engkau miskin. Engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, hinnga kerjamu lain tidak memuji dan menyembahku saja. Tidak..…”
Semua jadi pucat pasi tak berani berkata apa-apa lagi. Tahulah mereka sekarang apa jalan yang dirhidoi Allah di dunia.

Merasa tersindir dan tertekan oleh cerita Ajo Sidi, Kakek memutuskan bunuh diri. Dan Ajo Sidi yang mengetahui kematian Kakek hanya berpesan kepada istrinya untuk membelikan kain kafan tujuh lapis untuk Kakek, lalu pergi kerja.

***

    • didin
    • October 16th, 2009

    kira2 kalo cari buku ini di gramedia masih ada ga ya?

    • banyak bro..
      ni buku kalau pun habis bisa dipesan lagi.

    • edi
    • November 4th, 2009

    selain robohnya surau kmi da pa lgi bro…???

    • maksudnya lebih kongkret gimana bro? tulisan saya atau judul lain dari bukunya? atau gimana?

    • Mukhlis Sabir
    • January 14th, 2010

    Tolong di ulas tentang latar, penokohan, amanat, tema dan sudut pandang biar lebih lengkap. Okey..???

    • Steven
    • March 24th, 2010

    Ada yang bisa memberitahu saya tentang tema mayor dan minor penolong tidak???? Ini adalah salah satu cerpen yang ada di dalam buku robohnya surau kami.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: