RASIONALISASIKAN MUSYAWARAH

RASIONALISASIKAN MUSYAWARAH
Oleh: Hendriko Firman**

Dalam masa transisi global ini telah banyak perkembangan politik yang faktanya sudah tidak bisa di tolerrir lagi keberadaannya yang notabene telah menghilangkan akal sebagai landasan utama untuk mengakomodir kepentingan rakyat. Lihat saja dengan mengedepankan sikap rasa heroic yang oportunistis para pelaku baik itu individual maupun yang perkelempok hanya memikirkan sikap yang individualilstis dalam mengedepankan pandangannya. Seperti saja sikap yang mengebu-ngebu tapi hanya sebatas bicara saja alias bicara thok.
Ironisme semacam ini tentunya tidak baik untuk kepentingan publik, yang harusnya rakyat jadi subjek utama malah di sampingkan menjadi kepentingan pribadi. Memang awalnya politik adalah sebuah tool yang mengutamakan kekuasaan jadi tidak bisa disinergiskan sebagai hal yang fundamentalnya untuk kepentingan rakyat semata. Justru rakyat harus sadar bahwa isu-isu politik yang sedang hangat-hangatnya juga harus dikontrol dalam pandangan publik yang tidak hanya sebagai garapan para orang cerdas atau orang yang sadar poitik.
Di sisi lain banyaknya aspirasi yang tidak tersampaikan telah melahirkan generasi Indonesia yang baru yang ingin mencapai jalan spontanitas yang akhirnya berujung kepada jalan anarkisme dan vandalisme yang akhirnya tidak menjadi subtansi dari tindakan awal. Maka pada saat itu seketika juga nalar hanya menjadi pajangan saja sementara otak dan cara-cara diplomasi diabaikan. Sekarang apakah ini menjadikan semua ini akan berujung kepada budaya baru terhadap sistem demokrasi Indonesia yang notabene baru bangkit dari sistem otoriter yang minim demokrasi.
Maka dari itu harus ada sebuah terobosan ataupun cara-cara lama (yang efesien tentunya) dalam mengedepankan sistem pemerintahan Indonesia yang lebih beradab dan nantinya akan menjadi subtansi dari keberpihakan terhadap rakyat kecil. Dan untuk itu tiada cara lain lagi selain merevitalisasi ulang dan merasionalisasikan (kembali) iklim musyarawah yang sudah lama terbenam dalam kancah perpolitikan Indonesia. Yang tidak serta merta musyarawah yang klise seperti yang dilakukan oleh banyak pemimpin sekarang, tapi musyawarah yang benar-benar musyawarah dan musyawarah yang benar-benar musyawarah murni.
Karena musyawarah adalah bentuk dari simbol dari keutamaan manusia untuk memproseskan dirinya menjadi manusia yang beradab (civilization) atau madani. Musyawarah faktanya sekarang telah mengalami bebagai bentuk trik dan intrik yang sangat menjijikan yang dilakukan oleh para elit politik untuk kepentingan dirinya atau untuk orang-orang di clan nya. Sekarang yang kita ingini adalah sebuah musyawarah yang tidak terinfiltrasi oleh berbagai macam trik dan intrik ini lagi, maka dari itu para pemimpin harus membenahi dirinya untuk mengedepankan kembali sistem musyawarah yang benar-benar efesien ini, karena saat ini kita benar-benar telah megalami degradasi moral dan etik baik itu dalam bidang sosial, politik, ekonomi dan budaya. Ini harus menjadi concern bagi kita semua untuk berani bersikap terhadap berbagai peristiwa pelik ini.
Kalau hal ini tidak menjadi fokus dari kita semua maka hal ini akan menjadi bom waktu yang sangat mengancam terhadap kelangsungan hidup rakyat Indonesia kelak. Memang benar bahwa sekarang musyawarah yang dilakukan oleh para politikus opurtunis ini masih ada dan masih eksis, tapi hal ini tidak bisa dibilang memuaskan karena kita sudah tahu hanya berbagai kepentingan sepihak yang diutamakan yang tidak ikhlas dalam pelaksanaannya. Sebaliknya kepentingan publik yang tidak punya akomodasi tehadap hal-hal politik ini disia-siakan dan tidak punya tempat dalam mengutarakan hak-hak yang seharusnya di dapatnya. Tentunya apabila hal ini di efesienkan nantinya hal ini akan menjadi peningkatan yang nantinya memberikan perubahan terhadap situasi ekonomi, sosial, politik dan budaya itu sendiri.
Di sisi lain sekarang yang mana kita lihat banyak saja berbagai seminar, mimbar bebas, diskusi ilmiah dll yang benar-benar tidak mengutamakan keefeseinen dalam mengedepankan hal-hal yang akan dilaksanakan, justru dengan banyaknya diskusi-diskusi yang tidak mengena seperti ini malah akan tambah mengaburkan hal-hal yang seharunya diutamakan. Maka dari itu debat-debat yang deaplikatif seperti yang banyak terjadi sekarang ini harus di reduksikan. Dalam mengedepankan hal seperti ini tidak hanya akal sehat yang diutamakan tapi juga perasaan ikhlas yang benar-benar di dalam hati dan sanubari kita agar semuanya nantinya bisa di efesienkan yang tidak semata-mata nantinya sifatnya ecek-ecek (pura-pura) saja. Di sisi lain tidak saja kita harus mengambil sifat yang urgenitas sekarang tapi juga mengambil hal yang sifatnya benar-benar demi kepentingan bersama, dan untuk itu di masa-masa sulit sekarang sifat yang mengebu-ngebu nantinya akan melahirkan sifat yang bisa di realisasikan pada landasan kehidupan saat sekarang ini.
Dalam kerangka berpikir seperti ini dimana kita akan merealisasikan dan merasionalisasikan musyawarah setidaknya kita telah mengalami proses demokrasi yang benar-benar manusiawi untuk hal saat ini, dimana iklim politik sekarang yang tidak terkendalli dan tidak pandang bulu terhadap nasib siapapun baik itu kaya, miskin, cacat, papa dsb . Maka dari itu musyawarah sebagai alat untuk memuluskan sikap kerbersamaan dan keadilan akan melahirkan sebuah pemerintahan yang sifatnya benar-benar demokrasi yang tidak seperti apa yang telah kita alami sebelum ini, seperti demokrasi yang banyak embel-embelnya di negara ini dari demokrasi yang gaya terpimpin (demokrasi terpimpin) sampai yang sifatnya sok pancasilais (demokrasi pancasila). Tapi kalau Indonesia benar-benar mengefesienkan sifat musyawarah ini dalam perspektif kita, saya rasa setidaknya kita telah mengalami hidup yang tidak seburuk seperti saat sekarang ini.
Maka dari itu ayo rakyat Indonesia dinginkan kepala dan bersikap seperti manusia yang berakal yaitu dengan terus mempatrikan dalam diri sendiri jiwa-jiwa dan gairah-gairah-gairah budaya untuk bermusyawarah secara ihklas.

***

  1. Musyawarah adalah demokrasinya Indonesia.., demokrasi transendental… Tabik… :)

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: