Beberapa Buku yang Saya Baca

LIST Of BOOK
____________________________

1.
Judul: Opium to Java: Jawa dalam cengkraman bandar-bandar opium Cina, Indonesia kolonial, 1860-1910
Penulis: Rush James R.
Subyek: Petani Pemakai Opium
Kota penerbit: Yogyakarta
Penerbit: Matabangsa;
Tahun terbit: 2000
Ukuran & jumlah hal buku: 604 hal.; 21 cm
Koleksi: Perpustakaan CSIS
Tipe buku: sejarah petani kecil dan eksploitasi

Buku ini secara pasti melihat bahwa petani menjadi alasan yang sangat konkret bagaimana penindasan menjadi nilai jual yang sangat tinggi, contohnya saja opium. Dimana pada pada masa cultuurstelsel atau tanam paksa di abad ke-19, para petani bukan saja ditindas dengan system colonial tapi juga dizalimi oleh konsumerisme pasar. Dimana opium dilegalkan juga di jadikan salah satu sumber utama dalam penghasilan Negara untuk mendapatkan visa.
Di buku ini di ceritakan bahwa opium tidak saja pada waktu itu belum diketahui secara umum bahwa ini adalah sejenis obat terlarang, tapi para kuli tanam paksa disini mengibaratkan opium semacam endorphin buat bekerja. Dan efek sampingnya pada waktu itu sengaja ditutupi oleh pemerintah dan di kuatkan lagi oleh kekolotan masyarakat jawa.

2.
Judul: Catatan Seorang demonstran
Penulis: Soe Hok Gie
Subyek: catatan harian
Kota penerbit: jakarta
Penerbit: LP3ES
Tahun terbit: 2005
Ukuran & jumlah hal buku: 15,5 X 23 cm 385 hal
Tipe buku: pemikiran

Buku catatan seorang demonstran adalah pada dasarnya buku yang tidak sengaja dipublikasiskan karena ini adalah sebuah buku catatan harian. Buku ini membahas tentang pemikiran seorang mahasiswa jurusan sejarah fakultas sastra universitas Indonesia dalam melihat rezim soekarno telah mengalami sebuah megalomania yang tidak bisa didiamkan lagi, sehingga banyak dari tulisan tulisannya mengkririk tindakah soekarno yang pada waktu itu telah dan sedang hangat hangatnya ke poros kiri, yang di duga pada waktu itu tidak merepresentasikan kehidupan rakyat Indonesia yang demokratis.
Buku ini memberikan kita gambaran sejarah dan secara lebih relaitet karena menggunakan akal pikiran mhasiswa yang objektif dan ampera, disinggung juga bagaimana situasi dan kondisi pasca pemerbontakan komunis 1965 atau GESTAPU. Sehingga pembaca bisa menarik kesimpulan bahwa buku ini lebih condong kepada pemikiran seorang mahasiswa yang tidak dan tak kuat melihat Negara yang diobrak abrik oleh kepentingan pribadi.

3.
Judul: Pengantar Ilmu pariwisata
Penulis: Oka A. Yoeti
Subyek: pariwisata
Kota penerbit: bandung
Penerbit: angkasa
Tahun terbit: 1983
Ukuran & jumlah hal buku:584 hal tanpa ukuran buku
Tipe buku: ulasan pariwisata di Indonesia.
Buku ini diterbitkan kiranya dapat membantu pembaca dalam membantu dan menunjang kepada para pengelola yang sedang giat mengembangkan kepembangunan kepariwisataan yang sedang terjadi Indonesia dan dalam buku ini tidak pula banyak terjadi pengkompetisian terhadap sejarah yang pada dasarnya menjadi bentuk fundamental dari berkembang dan nilai jual dari porduk pariwisata id Indonesia.
Buku ini di tulis oleh Oka A. Yoeti yang telah banyak berkecimpung dan menangani berbagai masalah kepariwisataan. Segala di utarakan dalam buku ini tentu saja adalah hal-hal yang sangat per lu dipahami oleh siapa saja termasuk kaum sejarawan melihat bagaimana bentuk sejarah bisa menjadi akses dan lapangan kerja bagi sejarah public dan tentunya sejarah dalam konteks kepariwisataan adalah factor langgeng atau tidak daerah kepariwisataan daerah tersebut.

4.
Judul: Citra bung karno, analisis beriita pers orde baru
Penulis: agus sudibyo
Subyek: citra bung karno
Kota penerbit: yogyakrta
Penerbit: BIGRAF
Tahun terbit: 1999
Ukuran & jumlah hal buku: 248, ukuran tidak tercantum
Tipe buku: sejarah pers dan tokoh

Buku ini menelaah dan menganalisa citra bung karno dengan segala kelebihan dan kelemahannya dimana ia sosok yang intelektual, yang mana pemikirannya cukup cemerlang. Sebagai ideology ia telah mengalami berbagai pertentangan ideology dan cekal-mencekal orang yang tidak manyukainya. Disini secara objektif penulis buku ini menggambarkan bagaimana bentuk dan karisma topeng soekarno telah nyata dan gamblang rangka memasukan rakyat Indonesia ke gerbang kehancuran.
Secara pasti buku ini tidak hendak mengaduk-aduk emosi atau membangkitkan kembali romantisme lama tentang sosok bung karno yang kontroversial dan seringkali dipandang dalam prespektif yang ekstrim. Agus sudibyo, penulis buku ini, mengkaji sosok bung karno dalam batas otoritas ilmiah dengan disiplin metodologi yang sangat ketat.

5.
Judul: Karya Lengkap Bung Hatta
Penulis: Emil Salim (ed)
Subyek: Karya bung Hatta
Kota penerbit: Jakarta
Penerbit: LP3ES
Tahun terbit: 1998
Ukuran & jumlah hal buku: 26 cm dan 616 hal.
Tipe buku: pemikiran
Tulisan bung Hatta banyak sekali baik dalam sudut pandang ekonomi, sejarah, filsafat, politik, budaya, sosial dsb. Sehingga ini membuktikan bahwa ada sisi menarik dari penulisya yang hinnga kini tetap relevan atau setidaknya dapat dijadikan refrensi yang sangat penting.
Seluruh karya tulis bung Hatta yang termuat dalam buku in disajikan apa dadanya dalam arti substansif, namun terhadapnya, baik tulisan asli maupun terjemahan menggunakan ejaan lama diubah dengan EYD. Sebagain buku ini termasuk gagasan dan pemikiran bung hatta yang sudah pernah diterbitkan dalam bentuk buku yang sleuruhnya berisi sejumlah karya bung Hatta, seperti keumpulan karangan I, II, III, dan I V (1953-1954).
Kiranya buku ini sangat menggugah hati anak muda untuk melihat bahwa sejarah tidak saja dilakukan dengan cara cara yang dilihat secara konkret dan secara adu otot tapi dilakuakn dengan cara yang sangat elegan, seperti yang dilakukan oleh hatta dengan melahirkan dan mencetak pemikiran-pemikiran yang brilian.

6.
Judul: Prime minister Sjahrir as statesman and diplomat; how the allies became friends of Indonesia and opponents of the Dutch (1945-1949);
Penulis: Algadri, Hamid
Subyek: Sjahrir, Sutan – biography
Kota penerbit: Jakarta
Penerbit: LP3ES
Tahun terbit: 1995
Ukuran & jumlah hal buku: 135 & 24 cm
Koleksi: Pustaka Aksara

Buku ini berisikan tentang kehidupan politik Sjahrir di masa perang revolusi di Indonesia setelah agresi militer 1 dan agresi militer 2, secara sederhana buku ini menggambar kan bagaimana kehidupan perdiplomasian dan perpolitikan Sjahrir, yang dimana bukan dalam kacamata umum atau objektif tapi dibuku ini lebih kental memory personalnya.
Buku ini ditulis oleh Hamid Algadri seorang yang sangat dekat sekali dengan Sjahrir, ia menceritakan Sjahrir yang di usia muda bisa menghandle dan mengambil kesempatan yang berisiko tapi dengan untung berkali lipat, dimana Sjahrir digambar kan sebagai perdana menteri sebagai seorang negarawan dan diplomat. Sebagai perdana menteri pertama RI Sjahrir bisa dikatakan sukses membuka kesempatan diplomasi pertama dengan belanda dengan status sejajar dan setara.
Secara personal memory Algadri melihat seorang Sjahrir negarawan yang bisa membuat sekutu yang pada dasarnya terpengaruh pada belanda berubah akibat diplomasi Sjahrir yang membuat para sekutu menjadi sahabat dan di sisi lain sjahrir melalui diplomasi nya membuat sekutu menjadi lawan.

7.
Judul: Adat Minangkabau dan Merantau dalam Perspektif Sejarah
Penulis: Tsuyoshi Kato, terjemahan Gusti Asnan dan Akiko Iwata
Subyek: Minangkabau
Kota penerbit: Jakarta
Penerbit: Balai Pustaka
Tahun terbit: 2006
jumlah hal buku: 291
Tipe buku: budaya

Orang di luar minang cenderrung melihat masyarakat Minang adalah sebuah ibarat puzzle dimana mereka bisa membuat asimilasi yang mantap terhadap influence yang masuk ke dalam budayanya, lihat saja orang Minang cukup kuat memegang prinsip Islam yang nota bene patrilineal dalam artian mereka mematuhi, menjalani, dan mensinergikannya, tapi di sisi lain adat malah memakai kebiasaan yang kontradisi dengan Islam yang dimana, kita bisa lihat matrileineal menjadi poros utama dari daerah Minngkabau.
Di buku ini Kato dengan cepat melihat bahwa seyonyanya konten dari buku ini adalah memberikan penggambaran bahwa orang Minang yan berbudaya merantau bisa tetap utuh samapai sekarang.

8.
Judul: Indochina persilangan kebudayaan
Penulis: Groslier
Subyek: asia tenggara
Kota penerbit: yogyakarta
Penerbit: gadjah mada university press
Tahun terbit: 1997
Ukuran & jumlah hal buku:
tipe buku: sejarah regional

Membicarakan tentang asia tenggara adalah sesuatu yang sangat eksotis bagi saya. Dimana keheterogenan bebagai suatu ras, religi, kultur, berbaur dalam sebuah kesinambungan kehidupan. Daerah asia tenggara bukanlah daerah yang mencoba untuak mengatur pola kehidupannya dengan sisitim tutup pintu atau politik isolasi yang sebagaimana diterapakan oleh negeri dai nippon. Justru asia tenggara adalah daerah yang mengalami berbagai macam percampuran, persilangan, penghapusan kebudayaan yang memakan waktu beratus-ratus tahun lamanya. Sehingga tidak heran orang-orang asia tenggara tidak asing kita kenal sebagai orang indocina, yaitu orang yang mengadaptasi persilangan kebudayaaan.
Even yang sangat spektakuler dan berkesinambungan hingga terbentuknya masa depan asia tenggara adalah ada nya sumbangan kebudayaan dari bangsa cina dan india. Cina yang bermain secara arogan mencaplok dareah-daerah sekitarnya yang dianggap menguntungkan seraya berjibaku untuk menghilangkan kebudayaan setempat, sebaliknya orang-orang india bermain secara halus, yaitu berdagang menetap, mengedepanakan etika dan estetika di daerah yang didatanginya sehingga persilangan kebudayaan pun tetap di jalurnya.
Dilihat dari proses sejarah akan hadirnya indocina, vietnam adalah step pertama muncul dan berkembangnya awal kelahiran indocina di daerah utara, vietnam dijadikan sebagai daerah jajahan oleh cina khususnya yaitu daerah tonkin yang sekarang lebih dikenal sebagai cinanya vietnam, kerena begitu terinfiltrasinya oleh kebudayaan cina. Tercatat ada 2 kerajaan yang membentuk vietnam sesungguhnya yaitu kerjaan xich-cuy dan van tang. Dalam masa penjajahan ini cina menanamkan pengaruhnya yang kesemuanya adalah hal-hal yang disamping eksploitasi daerah dan orangnya, cina menerapkan hampir dari semua isi vietnam di hilangkan atau di rombak, dari segi bahasa mereka resmi memakai bahasa cina berserta idiogramnya, dari segi tulisan-dan pertama kali dikenal orang vietnam-dikhususkan juga ntuk memakai tulisan cina, yang dari sini tulisan ini diterima dengan baik sehingga orang-orang vietnam yang tes pegawai di cina banyak yang lulus.
Bukan dari sisi literatur saja asimilasi mengalir pesat di vietnam, dalam pengolahan atas dasar penguasaan tanah, orang-orang dongsong juga menerapkan ilmu cina untuk mengurung aliran sungai untuk diairi dan menguasai pertanian yang tetap. Dalam proses penjajahan ideologi ini, cina seraya membangun koloni-koloni nya sehingga berangsur-angsur masuk ke pusat kebudayaannya. Demikianlah aksi penjajahan tersebut dilakukan dengan kedua faktor diatas sajalah yang bisa di asimilasikan oleh orang cina karena tidak ada sistim lain yang bisa “dijajah” lagi.
Groslier juga memaparkan bahwa unit-unit kampung dan desa mulai terjadinya spesialisasi dalam betuk kerja akibat pengaruh cina, sehingga timbulnya kampung-kampung pengrajin dan kampung-kampung pedagang. Tata krama dan ritual kepercayaan juga dilakukan dengan cara yang sebelumnya yaitu terhadap roh-roh pelindung tanah serta kultus kemaharajaan konfusionisme juga berlaku, dimana maharaja dianggap sebagai dewa dunia, yang di jawa dikenal sebagai aspek mananggung kawula gusti.
Sejarah Vietnam bukanlah sebuah sejarah bangsa yang normal seperti bangsa lainnya , akibat dari kurangnya ilmu pengetahuan dan rasa kesosialan yang serentak, terpakasa Vietnam sebagai jajahan cina mangais-ngais, dan mengemis-ngemis untuk bisa menyatukan puzlle dari bangsanya sendiri yang nyatanya adalah bengsa ini merupakan sebuah sebuah komunitas-komunitas kecil sehingga terbentuk pribadinya yang statis sampai sekarang yang merupakanm warisan jajahannya yaitu cina.
Pentingnya pengaruh cina di tonkin, membuat negeri-negeri yang disekitarnya lambat-launpun, terkikis rasa independennya.tonkin dalam perannya bagi cina juga bermanfaat sebagai jalan parallel menuju India. Akhirnya tonkin dengan cepat menjadi center kepercayaan budha yang penting awalnya dengan mengunggsinya orang yang terdiskreditkan oleh kerajaan di cina, lalu komunitas ini menetap di Vietnam di abad 3 dan 4, dan bertemu dengan biarawan-biarawan budha dari songdiane, akhirnya berkembanglah budha yang tanpa membedakan kasta itu disitu yaitu Vietnam.
Disisi lain perkembangan indocina, yang digawangi oleh orang India menuju daerah asia tenggara dimulai sejak adanya kapasitas-kapasitas seperti ilmu pengetahuan kelautan yang membawa orang India untuk bisa menjelajah pantai-pantai asia tenggara sampai pulau nusantara yang jauh pastinya adanya pelayaran ini masih menjadi perdebatan karena minimnya sumber-sumber tulisan yang menceritakan tentang pelayaran ini. Tapi dilihat dari terbatasnya ilmu pengetahuan pada waktu itu, dapat disimpulkan bahwa proses emigrasi tidak terjadi secara massal. Hal lainnya selain emigrasi ada suatu perspektif lainnya mengatakan semangat nasionalis para pendeta budha dalam menguniversalkan agamanya, tapi paham ini bukanlah alasan yang konkrit dalam ekspansi India, namun sebaliknya ini adalah unsur tambahan atau unsur sekunder.
Dilihat dari dampak ekspansi India, bahwa gilang-gemilangnya pemahaman terhadap linguistik, tulisan, politik, hingga ilmu astronomi yang tiada tara bandingnya dengan ketepatan yang mutlak yang tidak disaingi oleh peradaban lainnya melalui keampuhan matematik yang mampu menghitung kalender hingga teknik eksploitasi tanah dan produk pengrajin, dapat disimpulkan influence yang berkembang adalah timbulnya suatu peradaban yang menggugah dengan tanpa unsur-unsur kekerasan menimbulkan wilayah yang dikenal sebagai daerah utara adalah rintisan cina dan sektor daerah rintisan India, sehingga tidak pelak timbullah suatu konsonan kosakata baru akibat dampak ekspansi ke-2 bangsa ini : INDOCINA.
Menilik kembali sejarah asia tenggara, kita lebih mengenalnya sebagai kawasan yang memiliki poin penting dalam menyelesaikan dilemma krusial sejarah moderen tahap awal. Asia tenggara tidaklah sama dengan eropa atau kawasan asia lainnya yang memiliki keseragaman kebudayaan, politikal bahkan religi. Kawasan asia tenggara seyongyanya hanyalah sebuah kawasan yang telah dipecah-belah jalur budayannya oleh sub kebudayaan cina dan India. Asia tenggara yang meiliki iklim panas, curah hujan yang tinggi, dengan tanah yang subur diimbangi dengan hutan yang lebat belantara.
Studi-studi sebelumnya mengatakan akan perkembangan dan transisi sebuah era tidak bisa dihilangkan lasnsung dengan asia tenggara, kawasan ini bukanlah kebangkitan renaisanns, reformasi, abad penemuan dll.Saya melihat bahwa para sejarawan masa lampau asia tenggara daratan (dan jawa pada tingkat rendah) secara khas memuat periodesasi berdasarkan disnasti (seumpanya, “ ayutthaya akhir, “Tou ngoo awal, “ “le”), sementara kebangkitan islam dan kedatangan eropa di pandang sebagai titik yang penting di pulau-pulau tersebut.
Anthony Reid juga memaparkan kegigihan bangsa barat khususnya spanyol dan portugis demi menemukan lada, cengkeh, dan pala yaitu semakin beratinya komoditi tersebut bagi bangsa eropa yang seyongyannya memiliki 4 musim,. Takakala tahun 1390-an, 6 metrik ton cengkeh dari satu setengah metrik ton pala asal maluku bagian timur indonesia diekspor setiap tahun ke eropa. satu abad kemudian jumlah tersebut membengkak menjadi 52 ton cengkeh dan 26 ton pala. Akhirnya produk-produk baru di ekspor di asia tenggara di abad ke-18 dalam jumlah lebih besar dibandingkan masa sebelumnya-terutama gula, kopi, dan tembakau. Bagaiamanapun juga hasil-hasil bumi trsebut adalah tanaman dagang yang dikelola oleh orang cina dan eropa.
Di asia dalam aspek militer, tumbuh dan berkembangnya penggunaan senjata api. Barang-barang ini tidak lepas dari peran pedagang muslim yaitu India, timur tengah, cina dan eropa untuk meriam sedangkan senjata api yang akan diprediksi akan menjadi landasan defensif yang sangat berperan demi kelangsungan kerajaan, dan bertekad sungguh-sungguh mendapatkannya yang seyongyannnya di impor dari portugis, turki, Gujarat, jepang dan minotritas muslim local seperti campa, melayu dan Luzon (muslim berbahasa tagalog yang berlokasi di kepauluan Mindanao, filipina). Pencapaian di bidang militer ini membuat hadirnya akumulasi kekusaaan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang pada puncaknya menguasai sebagaian besar wilayah birma dan Thailand saat itu.
Asia tenggara adalah daerah pluralisme yang berubah-ubah. Negara bengkit dan runtuh relatif singkat. Periode moderen tahap awal menjanjikan kebangkitan banyak negara yang kemudian membentuk identitas moderen asia tengah, baik nasional maupun etnis. Dan semua itu tidak lepas dari cikal-bakal persilangan kebudayaan yang menimbulkan indocina sebagai perintis awal sejarah asia tenggara.
Buku ini sangat menarik karena bisa mengupas secara jelas bahwa ada satu ikatan budaya juga kiranya dalam kawasan daerah asia tenggara yang komplek.

9.
Judul: catatan pergolakan pemikiran ahmad wahib
Penulis: ahmad wahib
Subyek: catatan harian, ahmad wahib
Kota penerbit:
Penerbit:
Tahun terbit:
jumlah hal buku: 395 hal
Koleksi: Perpustakaan CSIS l
Tipe buku:

Buku ini adalah sebuah catatan harian yang ditulis oleh Ahmad Wahib, dimana dalam ide-ide dan pemikirannya Ahmad Wahib mencoba untuk mengintegrasikan dirinya kepada cikal bakal Islam liberal, karena ketidak lepasannya terkait pada perkenalannya dengan Nurcholas Madjid, yang sekarang dikenal sebagai orang yang vocal mendukung aliran tersebut. Catatan harian Ahmad wahib ini bisa dibilang penuh dengan hal-hal fundamental, kritis, rasional dan controversial. Dia mencoba untuk mengetahui sejauh mana hebatnya tuhannya. Dia mengedepankan kebebasan berpikirnya untuk menjamah pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya dipertanyakan dalam Islam, saat dia terteori bahwa Al-Qur’an pada saat sekarang bukanlah lagi sumber utama dari Islam karena gamabran situasi dam kondisi yang merefleksikan kandungan Al-Qur’an tidak lagi rasional untuk dijalankan saat sekarang, seabliknya dia mengatakan bahwa sejarah Muhammad saw lah yang sekarang jadi titik tumpu ke-Islaman itu.
Dalam catatan harian ini ia mencoba melihat dan menceritakan tentang perenungannya terhadap konstelasi Islam sekarang yang sudah tidak sekhusuk abad ke-7 masehi dulu. Dia juga berusaha keras mengedapankan rasionalitasnya untuk menanyakan hal-hal yang sumbernya telah mutlak, seperti Al-Qur’an tadi. Dari 395 halaman buku ini dibagi menjadi empat bagian yaitu tentang pemikirannya, politik, perenunnganyanya dan kepribadiannya.
Secara kesuluruhan buku ini menggugah perspektif kita tentang hal-hal yang semestinya masih rancu.

10.
Judul: Bumi Manusia
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Subyek: kolonial
Kota penerbit: Jakarta
Penerbit: Hasta Mitra
Tahun terbit: 2000
Tipe buku: roman sejarah

Perasaaan setelah membaca buku ini campur aduk, senang, rindu, galau, kacau dan sedih. Semua perasaan saling menindih satu demi satu, terlintas sekali bahwa buku ini mencertakan dan mengalami banyak percobaan hidup yang tiada tara. Semua melebur menjadi sebuah cerita yang mempunyai makna yang disampaikan secara tersirat dalam, tegas dan dengan pembawaan yang tenang tapi dapat.
Buku ini adalah gambaran manifes orang Indonesia (dulu: Inlandeer/pribmi) pada tanah airnya sendiri. Di mana aturan-aturan colonial mengakibatkan ketimpangan status hak dan kewajiban, juga sangat kontras nya pembagian kasta yang sebelumnya kita lihat sangat tidak gamblang, tapi disini kita sendiri yang mengambil kesimpulan bahwa buku ini menjelaskan setiap kasta berserta hak dan tugasnya dengan gamblang: Eropa, Indo (peranakan/blasetram), dan pribumi.
Awal kisah buku ini diawali dengan seorang tokoh bernama Mingke, sungguh janggal pada awal abad penutupan 19, nama keluarga tidak dicantumkan hanya Mingke saja, ia bersekolah di H.B.S. setinggkat SMA pada saat sekarang, memiliki berbagai macam persoalan pada sekolah yang agak cukup rasis lalu berkenalan dengan seorang wanita Indo bernama Annelies Mallema, ia wanita yang kekanak-kenakan, tanpa sadar keduanya saling jatuh cinta, dan membuat Mingke janggal dirumah Annellies yang disruruh oleh ibunya yang biasa disebut nyai Ontorosoh (Belanda: Buitenzorg). Tanpa sadar ikatan keduanya saling bergantungan, walaupun tidak banyak kendala dalam internal itu sendiri, tapi masalah yang krusial adalah cinta mereka dianulir oleh hukum Belalnda yang pada masa itu tidak menvamtumkan pribumi walhasil saat ayah Annelies meninggal ia harus tinggal di Nederland bersama kakak tirinya, padahal ia punya ibu kandung yang belasan tahun tinggal bersamanya, tapi sayang ibunya pribumi sehingga dia dianggap tidak syah sebagai istri dan tidak syah punya anak, karena Nyai adalah seorang gundik dari ayah Annelise Herman Mallema.

Dalam buku in bagaimana secara gamblang dengan pembawaan realisme Toer yang membebankan peristiwa pada tahun 1890-an itu, kita serasa dibawa kembali ke zaman itu.
11.
Judul: Anak Semua Bangsa
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Subyek: kolonial
Kota penerbit: Jakarta
Penerbit: Hasta Mitra
Tahun terbit: 2000
Tipe buku: roman sejarah

Tak pernah terbayangkan bahwa buku ini benar benar meyedot roh dan raga anda, semua plot dicampur dan dipersonalikasikan kepada pembaca. Kita dibawa hanyut dalam ombang-ambing masalah kehidupan, sebuah mozaik yang dianggap kecil meledak menjadi sebuah kerangka yang problematic sekali.
Buku ini adalah buku kedua dari tantralogi roman BUMI MANUSIA. Buku ini memberikan kejutan yang tidak disangka-sangka. Perngarang benar-benar memberikan doktrin kepada pembacanya seolah-olah itu semua hal yang tidak langsung dalam arus cerita, buku ini benar-benar mengedepankan rasionalitas dalam semua alurnya, juga terselip hal-hal humanis untuk dipelajari.
Pada buku ini, sesuatu yang selalu kita harap-harapkan untuk pulang di buku pertama ternyata kandas juga. Apa pasal? faktanya ada sebuah karakter yang telah direngut sang pencipta, belum lagi perkara-perkara kolonialisme yang nanti mencengkram Mingke dan Nyai Ontorosoh, semua orang bersatu disini memberikan pertahanan terhadap nilai-nilai dan hukum kompeni yang masih meng-agung-agungkan rasime.

Menarik juga kita kaji hal-hal yang menjadi pertanyaan berantai pada buku pertama terjawab di buku kedua ini, contohya saja siapa si Gendut kenapa tuan Robert dan Herman menghilang, dan lebih takjubnya lagi ada nyawa baru di dalam Boorderij Buitenzorg, seorang mahkluk yang masih baru, kecil, dan ballita. Disini juga Mingke yang telah di doktrin dan memuja barat/Eropa mulai melihat dan peka terhadap sekitarnya atau para kaum-kaum melarat dan terdiskredit yaitu: rakyat nya sendiri.
Pramoedya benar-benar dalam bentuk tulisannya , kita tidak hanya berpikir saja dalam buku ini tapi kikta “dihatikan”, dalam artian membawa sebuah sentimentilitas untuk dipecahkan. Bagi yang membaca buku ini bersiap-siaplah untuk menyiapkan mental, karena ini benar benar sebuah masterpiece yang susunan, ritme, dan melodinya benar-benar akan membuat kita shock
Untuk buku ini penulis (saya) salut terhadap pengarang, benar-benar angkat topi, dan tiada dalam hati untuk mengacuhkan buku ini pada anak cucu nanti, mahakarya agung, sangat dalam, puitis, realis, penuh makna.
Empat rangkaian buku yang terindah yang pernah saya baca.

12.
Judul: Jejak Langkah
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Subyek: kolonial
Kota penerbit: Jakarta
Penerbit: Hasta Mitra
Tahun terbit: 2000
Tipe buku: roman sejarah

13.
Judul: Rumah Kaca
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Subyek: kolonial
Kota penerbit: Jakarta
Penerbit: Hasta Mitra
Tahun terbit: 2000
Tipe buku: roman sejarah

Buku ini benar-benar diluar dugaan, menceritakan kepada kita bagaimana ideallisme adalah harga disi apapun itu lawannya. Rumah kaca buku keempat dari tantralogi Bumi Manusia, lebih banyak menceritakan bagaimana pemerintah Hindia Belanda, mengontrol kegiatan pribumi agar tidak jadi membelot. Sehinga dikenallah rumah kaca, rumah yang bisa di awasi dari mana saja.

***

  1. TERIMAKASIH TULISAN DAN INFORMASI DALAM BLOGNNYA, CUKUP BERMANFAAT. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT HARGA BAHAN-BAHAN PERTANIAN, HASIL BUMI BERUPA NILAM, KEMENYAN, KOPI, ADAT-ISTIADAT, PEMBANGUNAN DAERAH DAN LAIN-LAIN DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

    • fauzirizkia
    • June 7th, 2010

    saya tertarik dengan buku karangan soe hok gie

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: