APLIKASI KORUPSI DI SELUK BELUK PUBLIK

By: Hendriko Firman

Kenapa kata ini terlalu sering untuk di perdebatkan? Padahal maknanya adalah sesuatu yang buruk. Membicarakan masalah korupsi kita tidak akan pernah bosan dibuatnya. Karena yang menjadi topik bahasannya adalah orang yang membuat sebuah bangsa menjadi menjadi kacau tak karuan. Korupsi. Sebuah kata yang hanya terdiri dari tujuh kata yang ancamanya terhadap developing bangsa sangat intens sekali. Disni saya akan mencoba mengulas sedikit tentang apa saja yang dilakukan orang untuk mendapat uang haram melalui jalan korupsi.

Dimana orang membutuhkan izin, untuk mensahakan suatu formalitas, disitulah korupsi berkemabang biak dengan baik. Begitulah slogan para koruptor. Misalnya di departemen kehakiman. Kasusnya sudah banyak sekali. Misalnya pengesahan perseroan terbatas (PT), keimigrasian, kewarganegaraan, fasilitas ekstra buat narapidana di penjara, perekrutan calon hakim, dan mutasi hakim. Di kepolisian , mungkin kita sudah tahu dan juga mengalaminya. Ex: pengurusan surat izin mengemudi (SIM), balik nama, dan pembayaran pajak kendaraan. Semuanya penuh dengan nuansa korup, gilanya buat biaya nikahpun ada juga peluang orang untuk mencoba melakukan korupsi.

Mungkin prasangka orang yang melakukan korupsi secara kasarnya yaitu mark-up uang atau penyusutan dana anggaran, tapi faktanya hampir dalam semua bidang korupsi di Indonesia tumbuh dengan kokoh sekali. Beberapa contoh institusinya yaitu:

1.Pendidikan

Ada orang tua murid yang harus menyuap guru supaya rapor si anak keluar dan ada juga si anak tidak jadi naik kelas bisa tetap naik kelas. Belum lagi iuran-iuran lainnya yang tidak masuk akal, seperti uang pembangunan, kegiatan amal, bahkan saat saya SD dulu, pernah seorang guru melahirkan atau ulang tahun, si murid termasuk saya harus memberi hadiah, alias terang-terangan. Ada juga uang beasiswa yang disunat dan diambil oleh guru. Sementara, ada juga seragam yang dibeli murid dengan harga yang lebih tinggi

2.Kepolisian

Mungkin anda pernah mengalaminya. Sering sekali bahkan. Ada sejumlah “uang damai” yang harus dibayar kalau kita tidak mau repot pergi ke pengadilan saat ditilang karena tidak punya SIM atau melanggar rambu-rambu lalu lintas. Lalu, ada juga orang-orang yang ditahan, entah judi atau kriminal lainnya, yang dibebaskan karena membayar sejumlah uang, yang tentu saja masuk ke kantong pribadi.

3.Pengadilan

ada yang bilang, advokat itu singkatan dari ‘Ada Duit Vonis Kita Atur’. Just kidding. Tapi ada juga hakim yang terlibat suap-menyuap karena demi sebuah vonis karena, tentu saja ingin memuaskkan jiwa korupnya…begitu pula dengan jaksa, bahkan petugas LP.

4.Kantor kelurahan atau kantor urusan agama

Ada pungutan-pungutan yang dalam peraturan tidak ada, seperti surat nikah atau akte kelahiran harus beri sejumlah uang. Begitu juga kalau harus membuat perpanjangan kartu tanda penduduk atau keluarga. Ada-ada saja pungutan liar yang harus di bayar. Pernah mengalami bukan.

5.kesehatan

Ada yang menjual pil KB (salah satu alat kontrasepsi), padahal itu seharusnya bisa diperoleh dengan cara cuma-cuma. Lantas ada tarif yang lebih besar dari tarif resmi saat penimbangan bayi, atau pendaftaran misalnya.

Terlalu banyak bicara tentang korupsi, apakah kita sudah mengatahui dan paham apa arti dari korupsi itu sendiri. Korupsi berasal dari kata bahasa latin, corroptio atau corroptus, yang berasal dari kata corrumpere. Dari bahasa latin ini turun ke bahasa eropa seperti bahsa inggris (corruption, corrupt), perancis (corroption), dan bahasa belanda (corrutie, korrptie). Dari bahasa belanda inilah, bahasa Indonesia mengadaptasinya menjadi “korupsi”. Arti harafiah dari kata korupsi dalam The Lexicon Webster Dictionary berarti: kebusukan, kebejatan, ketidak jujuran, keburukan, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian, kata-kata yang menghina atau memfitnah. Dari arti kata tadi bisa dibilang korupsi memiliki arti yang cukup luas. Bentuk-bentuk korupsi yang lazim ditemukan yaitu :

  1. Berkhianat, tindakan subversi, transaksi luar negeri ilegal, penyelundupan.
  2. Menggelapkan barang milik lembaga.
  3. Menggunakan uang yang tidak tepat, memalsukan dokukmen dan menggelapkan uang, mengalirkan uang lembaga ke rekening pribadi, menggelapkan pajak, menyalahgunakan dana milik lembaga
  4. Meyalahgunakan wewenang, intimidasi, penyiksaan, penganiyaan, memberikan ampun dan grasi tidak pada tempatnya misalnya orang yang sudah jelas-jelas salah dibebaskan jerat hukum Karena membayar sejumlah uang atau mengiming-iminginya sesuatu yang menggiurkan.
  5. Menipu dan mengcoh, memberi kesan yang salah, mencurangi dan memperdaya, memeras
  6. Mengabaikan keadilan, melanggar hukum memberikan keaksian palsu, menahan secara tidak sah, menjebak
  7. Tidak menjalankan tugas, hidup menempel pada orang lain seperti benalu/parasit.
  8. Penyuapan dan penyogokan, mengutip pungutan, meminta komisi
  9. Menjegal pemilihan umum, memalsukan kertas suara, membagi-bagikan wilayah pemilihan umum agar bisa unggul
  10. Menggunakan informasi internal dan rahasia untuk kepentingan pribadi, membuat laporan palsu
  11. Menjual tanpa izin jabatan pemerintah, barang milik pemerintah dan surat izin pemerintah
  12. Memanipulasi peraturan, pembelian barang persedian, kontrak dan pinjaman uang
  13. Menghindari pajak, melebih-lebihkan meraih laba
  14. Menjual pengaruh, menawarkan jasa perantara, konflik keuntungan
  15. Menerima hadiah, uang jasa, uang pelicin dan hiburan, perjalanan tidak pada temptnya (misalanya menerima hadiah untuk sesuatu yang menjadi tugasnya)
  16. Berhubungan dengan organisasi kejahatan, operasi pasar gelap (misalnya memberi kemudahan atau perlindungan kepada sebuah organisasi kejahatan agar tetap aman beroperasi jika kita pejabat yang berurusan dengan maslah itu, misal perwira polisi)
  17. Perkoncoan, menutupi kejahatan
  18. Mematai-matai secara tidak sah, menyalahkan telekomunikasi dan pos
  19. Menyalahkangunakan stempel dan surat kantor, rumah jabatan, dan hak istemewa lainya (misal mobil dinas dipakai untuk urusan pribadi yang berlebihan)

Nah skarang tugas anda yang harus mengeyahkan makluk yang bernama korupsi ini dan memperingatkan orang supaya tidak melakukan korupsi. P.e.a.c.e.!!!

Disunting dari :

Jeremy pope. Strategi memberantas korupsi (elemen system intgritas nasional. Transparacy international & yayasan obor, Jakarta: 2003

Ekky Malaky. Remaja anti korupsi. Mandiri visi media, surakrta:2004.

  1. korupsi adalah sebagian pelakunya yaitu birokrat kapitalis pada masa tanam paksa pasca runtuhnya VOC dan diganti dengan perkembangan UU agraria untuk membuat perdagangan tanaman yang laku di pasaran eropa.

  2. Krorupsi merupakan suatu bentuk penjajahan modern…..yang mana aplikasi dari kegiatan sangat terbuka dan dapat dengan mudahnya individu melakukan akses kepadanya.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: