DILEMA PUBLIK TERHADAP TRANSPORTASI SEKARANG

Tidak usah disanggah lagi bahwa memusuki tahun 2007 ini telah banyak,sistem transportasi publik mengalami musibah.Dilihat dari sisi manapun,musibah ini seakan datang terus terus silih berganti dan muncul seperti air mengalir.Darat,udara,air telah merasai akibatnya.Bisa disimpulkan bahwa transportasi diIndonesia sedang dalam kondisi yang mencemaskan atau dalam kondisi gawat ,kondisi yang mencemaskan ini tidak saja berakibat buruk bagi sikonsumsinya yaitu publik,tapi nampaknya citra kita yaitu Indonesia juga tidak baik bagi dunia internasional seiring dengan banyaknya kecelakaan-kecelakaan yang muncul dan berakibat menelan nyawa yang tidak bisa dibilang sedikit.Kondisi transportasi ini tidak bisa dianggap remeh saja,pasalnya tanpa semacam revitalisasi bagi transporatsi dari basic nya ini bisa menjadi problema baru yang muncul.

Kalau dihitung-hitung,kapal,pesawat,kereta api,dan transportasi yang lain sebagai subjeknya telah menjadi semacam persepsi baru bagi publik terhadap kecelakaan-kecelakaan yang terus muncul,problema ini membuat publik kritis dengan fasilitas-fasilitas ini, yang anehnya lagi sebelum bulan deasember 2006 citra transportasi dimata publik masih tergolong a priori,tapi sesudah memasuki tahun 2007 ini,yang lebih khususnya yaitu baru 3 bulan lebih,persepsi rakyat terhadap transportasi mengalami goncangan dan kegoyahan dimata publik.Publik bersikap sinis dan skeptis memandang sistem transportasi sekarang yang carut-marut.Tidak bisa dipungkiri lagi publik telah mengalami sebuah dilema dari sistem transportasi sekarang.
Disisi lain persaingan transportasi diIndonesia mengalami semacam decay competion (kebusukan persaingan) dengan embel-embel tarif murah pihak transportasi mengabaikan sistem keselamatan penumpangnya,jelas-jelas ini sebagai manipulasi layanan.Publik yang khususnya golongan menengah kebawah tentu saja tidak mengkritisinya dengn alasan tarif tersebut.Dikondisi yang sekarang yang serba sulit ini publik sepertinya rela untuk tidak mengkritisinya dengan cara apapun.Layanan yang diberikan pihak transportasi pun banyak melenceng dari hukum layanan-layanan jasa,seperti misalnya properti keselamatan darurat yang tidak mencukupi.Kalau dengan dalih dana-dana yang tidak mencukupi pihak transportasi menyanggahnya tentu itu sangat konyol sekali dan tidak masuk akal ,kalau mereka ingin mendirikan suatu layanan jasa pastilah mereka mengetahui dana-dana untuk tersebut sebagai sebuah resiko.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: